s
e
p
i
m d
e a
n d l
g i a
i r m
k i
a
t
s u n y i
Patas AC 63, 11 Juni 2009, 5.56 pm
Posted in Uncategorized | Tagged mati | No Comments »
February 6, 2009 by iqbal-penyairkelana
kami ini bangsa yang kasar
tak paham mana sungguh mana kelakar
tak malu bersahabat dengan alawar
sungguh lupa pada yang akbar
kami ini bangsa yang kasar
hanya tahu bertengkar
dengan teriak menggelegar
ludah berbuncah keluar
kami ini bangsa yang kasar
hanya tahu amarah berkobar
setiap saat selalu terpancar
kian hari kian mengakar
kami ini bangsa yang kasar
tak percaya lagi pada suar
tak turut lagi pada ama
rsungguh lupa pada yang abrar
: prihatin atas segala kejadian-kejadian kekerasan yang dilakukan anak negeri
Gambir, 4 - Februari - 2009, 1.25 PM
Posted in Uncategorized | Tagged poems, puisi | No Comments »
December 6, 2008 by iqbal-penyairkelana
adalah senja yang menuturkan pada malam
tentang hari yang berbalut dusta
menceritakan gerimis yang jatuh dalam pelukan
sembari membenarkan letak jalinan kelambu
setiap kali berjalan memungut sepi
tak kuasa ia bercakap dengan embun
yang menoreh tangis dedaunan
disaat langkah ingin kembali
menyusun repihan yang koyak menjelang fajar
satu-satu dieja lagi namamu
agar yakin engkau masih ada
Citayam, Sabtu 6-Desember-2008 : 12.44 PM
Posted in Uncategorized | Tagged pada cerita, puisi | No Comments »
October 25, 2008 by iqbal-penyairkelana
syair-syairku
kemudian
membeku
bersama
hujan
diberanda rumah
Citayam, 25-Oktober-2008, Saat Azan Ashar bergema
Posted in Uncategorized | No Comments »
ting…tong…
ting…tong…
ting…tong…
gejes…gejes…
gejes…gejes…
gejes…gejes…
crek…crek…
crek…crek…
crek…crek…
berjejal padat
wajah-wajah penuh harap
diantara gerbong-gerbong rapat
sepanjang Bojong Gede - Gambir
Kamis, 07 - Agustus - 2008, 07.00 AM
Posted in Uncategorized | No Comments »
bait-bait ini tak pernah sampai kepadamu
bukan karna malas ataupun enggan
hanya memang tak ingin kuhantarkan
sebab keinginan menjelma burung
terbang kian kemari meneroka jalan pulang
mungkin aku mulai bosan
atau penat
mengikuti sempadan-sempadan
yang kau tawarkan
sebab
sudah tak ada lagi riang
yang kau wartakan
Gambir, Rabu 06 - Agustus - 2008, 3.58 PM
Posted in Uncategorized | No Comments »
kepada: yang tak pernah selesai kukenal
kau hadir dalam mimpi
lalu bergegas pergi
padahal hari belum pagi
kau pinjami aku tawa
kemudian hilang menggema
padahal aku duka
kau tawarkan air mata
lalu berdiam dalam sukma
padahal aku tergesa
ah..
aku tak pernah selesai mengenalmu
Gambir, Selasa 05 - Agustus - 2008, 1.23 PM
Posted in Uncategorized | No Comments »
apakah kita
masih meretas jalan yang sama
dimana bunga-bunga bermekaran mewangi?
apakah kita
masih duduk dibangku taman
sementara cuaca semakin rawan?
apakah kita
masih bicara tentang indahnya malam
dimana cerita-cerita penghantar tidur dilantunkan?
apakah kita
masih terlelap dibuai mimpi panjang
sementara sang bilal sudah menyerukan azan?
atau…
sebaiknya…
kita endapkan saja
dalam laci-laci usang berdebu
Gambir, Senin 4 - Agustus - 2008, 3.25 PM
Posted in Uncategorized | No Comments »
seperti hujan
yang selalu tawarkan keteduhan
begitu juga air matamu
yang tumpah di sepertiga malam itu
Gambir, 17 - Maret - 2008, 9:21 AM
Posted in Uncategorized | 1 Comment »
November 21, 2007 by iqbal-penyairkelana
Dibinar matamu kucoba
menerjemahkan rindu menjadi
cahaya
Agar ia larut mengisi kosong
relung hati
Percayalah,
kita takkan pernah paham
sejatinya cinta
Selangor, 17 - November - 2007, 08.50 PM
Posted in Uncategorized | 1 Comment »